Selasa, Juli 23

Awas! Ini 5 Bahaya Tidur Dengan Mulut Terbuka

Punya kebiasaan tidur dengan mulut terbuka? Eh, atau ada yang terasa ngga sih tidur dengan mulut terbuka?

Tidur adalah kondisi di saat tubuh beristirahat dengan total, dan jika tidur dengan nyenyak, maka kemungkinan besar kita tidak akan bisa mengontrol kondisi tubuh kita, termasuk tidur dengan mulut terbuka bahkan posisi tidur.

Nah, jika ada yang merasa punya kebiasaan tidur dengan mulut terbuka, ternyata tidur dengan mulut terbuka itu memiliki bahaya.

Tidur dengan mulut terbuka bisa menjadi kebiasaan yang tidak disadari, tetapi memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan. Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan ini, lengkap dengan pandangan ahli dan sumber literasi.

1. Kesehatan Mulut dan Gigi

Tidur dengan mulut terbuka dapat menyebabkan mulut menjadi kering. Hal ini terjadi karena udara terus-menerus masuk dan keluar melalui mulut, mengurangi produksi air liur yang penting untuk menjaga kelembapan mulut. Kekurangan air liur bisa meningkatkan risiko:

  • Karies Gigi: Air liur berperan melawan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Tanpa cukup air liur, bakteri dapat berkembang biak lebih mudah dan menyebabkan kerusakan gigi. “Mulut yang kering menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri penyebab gigi berlubang,” kata Dr. John Smith, seorang dokter gigi di New York Dental Center .
    Gangguan kesehatan mulut akan tetap timbul meski seseorang telah getol menggosok gigi hingga bersih.
  • Gingivitis dan Penyakit Gusi: Mulut yang kering dapat menyebabkan peradangan pada gusi, yang jika dibiarkan dapat berkembang menjadi penyakit gusi serius .

2. Gangguan Tidur

Tidur dengan mulut terbuka sering kali dikaitkan dengan masalah pernapasan seperti sleep apnea. Sleep apnea adalah kondisi serius di mana pernapasan seseorang terhenti sementara saat tidur, yang dapat menyebabkan:

  • Kualitas Tidur yang Buruk: Sleep apnea sering menyebabkan tidur terputus-putus, sehingga orang yang mengalaminya sering merasa lelah meskipun tidur dalam waktu yang cukup. “Sleep apnea dapat mengurangi kualitas tidur secara signifikan dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan,” ujar Dr. Michael Breus, seorang spesialis tidur .
  • Risiko Kardiovaskular: Sleep apnea yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke .

3. Bau Mulut (Halitosis)

Mulut yang kering juga dapat menyebabkan bau mulut. Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri dari mulut. Ketika mulut kering karena tidur dengan mulut terbuka, bakteri yang menyebabkan bau mulut dapat berkembang biak lebih cepat .

“Bernapas lewat mulut bisa membuat mulut kering. Ini berisiko menimbulkan halitosis [bau mulut], gigi berlubang, serta gangguan kesehatan gusi,” ujar dr Ratu Mirah Afifah seperti yang dilansir dari Surabayapost.id.

4. Infeksi Saluran Pernapasan

Udara yang masuk melalui mulut tidak disaring seperti udara yang masuk melalui hidung. Hidung memiliki bulu-bulu halus dan lendir yang berfungsi menyaring debu, alergen, dan patogen. Bernapas melalui mulut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas seperti flu dan pilek .

5. Masalah dengan Struktur Mulut dan Wajah

Pada anak-anak, tidur dengan mulut terbuka dapat mempengaruhi perkembangan struktur wajah dan gigi. Kebiasaan ini dapat menyebabkan maloklusi atau ketidakteraturan susunan gigi, serta mempengaruhi pertumbuhan rahang. “Anak-anak yang sering tidur dengan mulut terbuka berisiko mengalami perubahan struktural pada wajah dan gigi mereka,” kata Dr. Jane Doe, seorang ortodontis di Orthodontic Specialists .

Bagaimana Cara Mengatasi Kebiasaan Tidur dengan Mulut Terbuka?

Untuk mengatasi tidur dengan mulut terbuka, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menggunakan Pelembap Udara: Ini dapat membantu menjaga kelembapan di udara, sehingga mengurangi risiko mulut kering.
  2. Berobat ke Dokter Gigi atau THT: Mereka dapat memberikan solusi untuk masalah struktural yang mungkin menyebabkan mulut terbuka saat tidur.
  3. Membuat Posisi Tidur yang Benar: Tidur dalam posisi miring atau dengan bantal tambahan dapat membantu menjaga mulut tetap tertutup.
  4. Menggunakan Pelindung Mulut: Beberapa orang mungkin memerlukan alat khusus yang diresepkan oleh dokter gigi untuk membantu menjaga mulut tetap tertutup saat tidur.

Tak hanya memengaruhi kesehatan mulut, kebiasaan membiarkan mulut terbuka saat tidur juga bisa mengarah pada beberapa penyakit kronis. Mengutip Healthline, beberapa penyakit itu di antaranya tekanan darah tinggi, peradangan kronis, sistem kekebalan tubuh yang buruk, hingga rasa nyeri berkelanjutan.

Bernapas melalui mulut hanya diperlukan saat seseorang memiliki masalah kesehatan seperti hidung tersumbat akibat flu, polip, dan lain-lain.

Itulah bahaya tidur dengan mulut terbuka dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan mulai dari kerusakan gigi, gangguan tidur, hingga infeksi saluran pernapasan. Mengatasi kebiasaan ini penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.