Selasa, Juli 23

Sholat Tarawih: Ibadah Di Malam Ramadan yang Penuh Berkah

Sholat Tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim selama bulan Ramadan.

Ibadah ini memiliki tata cara tersendiri yang perlu dipahami dengan baik agar pelaksanaannya menjadi sah dan diterima di sisi Allah SWT.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang tata cara sholat Tarawih, waktu pelaksanaannya, bacaan niat beserta artinya, serta jumlah rakaat yang disunnahkan.

1. Waktu Pelaksanaan

Sholat Tarawih dilakukan setelah sholat Isya dan berjamaah di masjid atau tempat ibadah yang lainnya.

Waktu pelaksanaan sholat Tarawih dimulai setelah sholat Isya dan berlangsung hingga menjelang waktu sholat Subuh.

Biasanya, sholat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah setelah selesai sholat Isya di masjid, tetapi ada juga yang melakukan sholat Tarawih secara pribadi di rumah.

2. Bacaan Niat dan Artinya

Sebelum memulai sholat Tarawih, seorang Muslim perlu berniat dengan tulus ikhlas sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Niat tersebut harus dilakukan dalam hati tanpa diucapkan dengan lisan.

Berikut ini adalah bacaan niat sholat Tarawih beserta artinya:

Niat sholat Tarawih: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامَةً اِلَى اللّٰهِ تَعَالٰى

Artinya: “Aku niat sholat Tarawih dua rakaat, menghadap kiblat, mengikuti imam, karena Allah Ta’ala.”

Dengan membaca niat ini, seorang Muslim meneguhkan niatnya untuk menjalankan ibadah sholat Tarawih dengan penuh kesungguhan dan ikhlas hanya untuk Allah SWT.

3. Tata Cara dan Jumlah Rakaat

Tata cara pelaksanaan sholat Tarawih mirip dengan tata cara pelaksanaan sholat lima waktu lainnya, namun dengan beberapa perbedaan.

Sholat Tarawih dilakukan secara berjamaah dengan membaca Al-Quran secara bersambung dalam setiap rakaatnya.

Berikut adalah tata cara pelaksanaan sholat Tarawih beserta jumlah rakaat yang disunnahkan:

  • Berdiri (Qiyam): Setelah membaca niat, seorang Muslim berdiri tegak menghadap kiblat dengan khusyuk dan khushu’.
  • Takbiratul Ihram: Setelah itu, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar” untuk memulai sholat.
  • Membaca Surah Al-Fatihah: Setelah takbiratul ihram, membaca Surah Al-Fatihah sebagaimana dalam sholat fardhu.
  • Membaca Surah-Surah Pendek: Setelah membaca Surah Al-Fatihah, membaca surah pendek dari Al-Quran. Biasanya, imam akan membaca surah yang panjang sedangkan makmum akan membaca surah yang pendek.
  • Ruku’ dan Sujud: Setelah membaca surah, melanjutkan dengan ruku’ dan sujud seperti dalam sholat fardhu.
  • Tahiyat Akhir: Setelah selesai dua rakaat, duduk untuk tahiyat akhir dan membaca tasyahud.
  • Tasyahud Akhir: Membaca tasyahud akhir serta salam untuk menandai akhir sholat.

Jumlah rakaat sholat Tarawih adalah sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Rasulullah SAW biasanya melaksanakan sholat Tarawih dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda, mulai dari 8 hingga 20 rakaat.

Namun, yang paling umum dilakukan adalah 8, 12, atau 20 rakaat.

Pilihan jumlah rakaat tersebut disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat dan kemampuan jamaah.

Kesimpulan

Sholat Tarawih adalah ibadah malam yang dilakukan selama bulan Ramadan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Dengan memahami tata cara pelaksanaannya, waktu pelaksanaan, bacaan niat beserta artinya, dan jumlah rakaat yang disunnahkan, seorang Muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan penuh kekhusyukan.

Sholat Tarawih tidak hanya menjadi sarana untuk mendapatkan pahala, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran.

Bagi umat Muslim, bulan Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa dan penuh berkah.

Melalui ibadah-ibadah seperti sholat Tarawih, umat Muslim diberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa dan hati, serta meningkatkan ketakwaan.

Semoga dengan melaksanakan ibadah sholat Tarawih dengan penuh keikhlasan dan ketaatan, umat Muslim dapat meraih keberkahan dan kemuliaan di bulan Ramadan ini.

Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Aamiin.